Showing posts with label Children. Show all posts
Showing posts with label Children. Show all posts
Wednesday, November 21, 2012
Tugas Sekolah
Pada perayaan misa hari minggu kemarin, sekolah Riishta mendapatkan tugas koor dan lektor. Dan kebetulan Riishta dipercaya menjadi seorang lektor. Berikut adalah hasil rekaman via hp yang saya ambil pada waktu tugas tersebut (menurutku luar biasa, karena anak tk bisa menjadi seorang lektor tanpa teks, dan tentu saja ini merupakan hasil dari kerja keras tenaga pendidiknya).
Categories
Aktifitasku,
Children,
Photo Album
Sunday, September 11, 2011
Kotoran di Telinga Anak Mengeras Seperti Batu
Mungkin banyak ibu-ibu yang mengalami hal yang sama seperti saya pada waktu mau membersihkan kotoran di telinga si kecil, dia malah meronta-ronta dan tidak mau. Akhirnya telingapun batal dibersihkan, karena takut nanti telinganya terluka atau cotton bud mengenai gendang telinga. Bila gendang telinga tertusuk cotton bud dan pecah dapat mengakibatkan gangguan pendengaran dan membuat telinga tengah rentan terhadap infeksi atau cedera lainnya
Akhirnya sampai anak saya berusia 4 tahun, telinganya tidak pernah saya bersihkan. Sebenarnya kotoran di telinga itu bisa keluar dengan sendirinya tanpa dibersihkan menggunakan cotton bud. Namun ternyata tidak untuk anak saya. Pada waktu saya lihat dan menggunakan bantuan senter, ternyata kotoran tersebut sudah mengeras menyerupai batu kerikil dan menutupi lubang telinga
Riishta kemudian saya bawa ke dokter, dan oleh dokter diberikan obat tetes telinga dengan merk Erla Ear Drop. Obat tersebut diteteskan sehari 2 kali selama 3 hari. Dan pada hari ke 3, dia saya ajak lagi ke dokter untuk dilakukan tindakan irigasi. Ternyata tindakan irigasi itu hanya menyemprotkan air hangat di telinga dengan menggunakan suntikan. Tapi pada waktu, kotoran belum juga mau keluar dan kami disuruh pulang dan kembali lagi 3 hari kemudian.
Di rumah, telinga Riishta saya tetesin menggunakan obat tersebut. Dua hari kemudian, saya melakukan irigasi sendiri di rumah menggunakan suntikan mainan yang diisi dengan air hangat. Saya semprotkan beberapa kali, akhirnya kotoranpun mau keluar
. Ternyata tanpa bantuan dokter, kita bisa melakukan tindakan pembersihan telinga, jadi bisa menghemat biaya
.
Intinya begini, kalau kotoran mengeras
Akhirnya sampai anak saya berusia 4 tahun, telinganya tidak pernah saya bersihkan. Sebenarnya kotoran di telinga itu bisa keluar dengan sendirinya tanpa dibersihkan menggunakan cotton bud. Namun ternyata tidak untuk anak saya. Pada waktu saya lihat dan menggunakan bantuan senter, ternyata kotoran tersebut sudah mengeras menyerupai batu kerikil dan menutupi lubang telinga
Riishta kemudian saya bawa ke dokter, dan oleh dokter diberikan obat tetes telinga dengan merk Erla Ear Drop. Obat tersebut diteteskan sehari 2 kali selama 3 hari. Dan pada hari ke 3, dia saya ajak lagi ke dokter untuk dilakukan tindakan irigasi. Ternyata tindakan irigasi itu hanya menyemprotkan air hangat di telinga dengan menggunakan suntikan. Tapi pada waktu, kotoran belum juga mau keluar dan kami disuruh pulang dan kembali lagi 3 hari kemudian.
Di rumah, telinga Riishta saya tetesin menggunakan obat tersebut. Dua hari kemudian, saya melakukan irigasi sendiri di rumah menggunakan suntikan mainan yang diisi dengan air hangat. Saya semprotkan beberapa kali, akhirnya kotoranpun mau keluar
Intinya begini, kalau kotoran mengeras
- Beli obat tetes di apotik
- Teteskan obat sesuai petunjuk
- Lakukan tindakan irigasi, menggunakan suntikan
- Semprotkan beberapa kali, kotoran akan keluar bersama air yang disemprotkan
Semoga bermanfaat, sharing pengalaman dari saya ini
.
Categories
Aktifitasku,
Children
Thursday, August 18, 2011
Beda penyakit campak dan campak jerman
Si riishta dari kemarin badannya hangat, dan pas hari kedua muncul bintik-bintik merah di kuping, leher, muka dan punggungnya. Dia juga berasa gatal, karna minta digarukkin terus. Karna takut kenapa-kenapa, sorenya saya langsung membawa ke dokter. Kata dokter, campak cuma terjadi seumur hidup, kalau dulu pernah kena campak, tidak mungkin kena campak lagi. Akhirnya dokter cuma kasih obat batuk dan antibiotik serta berpesan apabila nanti panasnya tinggi dan juga mimisan, harus tes darah. Wadohhh...saya jadi panik, ini sakit apa (karna melihat ciri-ciranya, ini sama sewaktu riishta kena campak pada waktu umur 2 tahunan,cuma memang tidak separah yang dulu) Akhirnya saya googling dan akhirnya menemukan artikel berikut:
"Ibu Ani bingung setelah mendapati bercak-bercak merah pada sekujur tubuh anak semata wayangnya yang belum genap berusia 8 tahun. Padahal anaknya beberapa hari ini hanya batuk pilek biasa saja dan tidak ada masalah lainnya. Ketika dokter menjelaskan bahwa anaknya kemungkinan menderita campak jerman, semakin bingung pulalah ia. Bukan apa-apa, baru sekitar 2 tahun lalu si anak sudah menderita campak, sementara setahunya, campak hanya menyerang sekali saja. Namun setelah dijelaskan oleh dokter bahwa kali ini yang diidap si anak adalah campak jerman, bukan campak doank, dan memang kedua jenis penyakit tersebut berbeda maka ia pun baru memahami.
Mungkin juga seperti halnya Ibu Ani, masih banyak orangtua yang tidak tahu bahwa terdapat 2 jenis penyakit yang mengusung nama campak yaitu campak (measles, morbilli, rubeola) dan campak jerman (german measles, rubella). Keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, walaupun oleh masing-masing jenis virus yang berbeda. Oleh karena itu jangan heran jika anak yang sebelumnya sudah pernah menderita campak dapat pula terkena campak jerman di kemudian hari, dan juga sebaliknya, karena memang virus penyebabnya berbeda. Umumnya virus campak (measles) membutuhkan waktu antara 10-14 hari untuk berkembang biak dan mulai muncul sebagai gejala klinis, sedangkan virus campak jerman (rubella) membutuhkan waktu inkubasi tersebut yang lebih lama yaitu sekitar 3 minggu. Keduanya adalah penyakit menular, bahkan campak (measles) sangatlah menular. Cara penularannya menyerupai flu yaitu melalui udara pernapasan seperti percikan dari batuk dan bersin.Walaupun sama-sama mengosong nama ‘campak’, namun ada banyak perbedaan di antara keduanya yang penting untuk diketahui. Perbedaan gejala di antara keduanya secara umum adalah biasanya anak yang menderita campak (measles) kondisi sakitnya lebih berat ketimbang pada yang menderita campak jerman (rubella). Anak yang menderita campak (measles) umumnya memiliki batuk dan pilek yang berat, mata merah dan berair, demamnya tinggi bahkan bisa memicu kejang demam pada anak usia lebih kecil, diare dan akhirnya sekumpulan gejala tersebut akan membuat si anak tergolek lemah di atas ranjang. Beda halnya pada campak jerman (rubella) dimana terkadang satu-satunya hal yang menjadi alasan si ibu membawa anaknya ke dokter adalah kecemasan akan adanya bercak-bercak merah pada badan di anak yang terus meluas. Si anak sendiri kondisinya masih relatif aktif beraktivitas, batuk-pileknya ringan dan sedikit demam saja. Namun perlu dicatat juga bahwa campak jerman (rubella) bila menyerang orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, yaitu batuk-pilek yang lebih nyata, diare, demam, badan meriang serta menggigil, tulang linu-linu semua, sakit kepala berat, serta poliartritis (sendi-sendi kecil bengkak dan meradang) yang pada akhirnya akan membuat si penderita terkapar juga di atas ranjang untuk beberapa hari.Perjalanan klinis kedua penyakit ini demikian dramatisnya sehingga menarik untuk diketahui. Pada campak (measles), awalnya anak memiliki gejala flu biasa yaitu batuk-batuk kering disertai pilek, bersin-bersin, hidung mampet serta badan agak panas. Bedanya dengan flu biasa adalah disini mata si anak merah dan berair sehingga ia lebih memilih memejamkan mata atau berada di ruang yang tidak silau (fotofobia). Gejala demikian diakibatkan oleh karena peradangan selaput bola mata atau dikenal sebagai konjungtivitis. Jadi waspada jika menjumpai anak yang sedang batuk-pilek namun disertai juga mata merah, bisa jadi itu adalah campak pada tahap awal dan justru merupakan masa penularan sangat intens. Pada beberapa anak, diare yang berkepanjangan juga sering menyertai dikarenakan virus dapat merusak selaput lendir usus. Gejala tahap awal yang disebut sebagai fase prodromal ini umumnya berlangsung antara 3-5 hari dan selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak bermunculan dan seringkali akan kembali memaksa si ibu memboyong anaknya ke dokter, tentunya dengan perasaan lebih cemas lagi. Seringkali bersamaan dengan waktu munculnya bercak-bercak ini, demam, batuk-pilek dan diare si anak semakin menjadi-jadi. Selain itu dapat dijumpai banyak kelenjar getah bening di leher yang bengkak. Bercak-bercak merah pada campak munculnya dimulai dari belakang kepala di sekitar batas rambut dan leher, lalu perlahan tapi pasti mulai menyebar ke muka, leher, dada, punggung hingga akhirnya mencapai telapak tangan dan kaki. Umumnya rasa gatal dirasakan namun tidak terlalu nyata. Proses dari munculnya bercak hingga hilang umumnya berlangsung antara 4-7 hari. Pada fase pemulihan bercak-bercak tersebut akan mulai mengering, mengelupas dan meninggalkan warna kelam pada kulit untuk sementara.Berbeda dengan campak, pada campak jerman (rubella) si anak nyaris tidak memiliki gejala awal. Kalaupun ada biasanya berupa batuk-pilek ringan tanpa disertai mata merah maupun demam yang mencolok. Sebenarnya jika teliti, pada masa-masa awal ini dapat dijumpai pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga si anak yang terasa nyeri jika ditekan. Hari selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak keluar dimulai dari wajah lalu turun ke leher, dada, punggung hingga ke tangan dan kaki. Bedanya dengan campak, bercak-bercak pada campak jerman (rubella) menyebar dengan jauh lebih cepat dan proses dari pertama muncul hingga hilangnya bercak tersebut adalah 3 hari sehingga dikenal pula penamaan three-day measles sebagai sebutan lain untuk campak jerman. Yang khas juga, saat bercak-bercak telah mencapai kaki umumnya bercak-bercak di sekitar wajah dan leher mulai hilang. Pada fase penyembuhan, bekas bercak-bercak ini hanya mengelupas ringan dan jarang menimbulkan bekas kelam pada kulit."
Dan dugaan saya sementara adalah riishta terkena campak jerman, karena panasnya juga tidak tinggi serta komplikasinya ringan. Bercak-bercak merah yang muncul juga lebih cepat.
Semoga, postingan ini bisa membantu bagi para ortu yang sedang kebingungan seperti saya.
"Ibu Ani bingung setelah mendapati bercak-bercak merah pada sekujur tubuh anak semata wayangnya yang belum genap berusia 8 tahun. Padahal anaknya beberapa hari ini hanya batuk pilek biasa saja dan tidak ada masalah lainnya. Ketika dokter menjelaskan bahwa anaknya kemungkinan menderita campak jerman, semakin bingung pulalah ia. Bukan apa-apa, baru sekitar 2 tahun lalu si anak sudah menderita campak, sementara setahunya, campak hanya menyerang sekali saja. Namun setelah dijelaskan oleh dokter bahwa kali ini yang diidap si anak adalah campak jerman, bukan campak doank, dan memang kedua jenis penyakit tersebut berbeda maka ia pun baru memahami.
Mungkin juga seperti halnya Ibu Ani, masih banyak orangtua yang tidak tahu bahwa terdapat 2 jenis penyakit yang mengusung nama campak yaitu campak (measles, morbilli, rubeola) dan campak jerman (german measles, rubella). Keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, walaupun oleh masing-masing jenis virus yang berbeda. Oleh karena itu jangan heran jika anak yang sebelumnya sudah pernah menderita campak dapat pula terkena campak jerman di kemudian hari, dan juga sebaliknya, karena memang virus penyebabnya berbeda. Umumnya virus campak (measles) membutuhkan waktu antara 10-14 hari untuk berkembang biak dan mulai muncul sebagai gejala klinis, sedangkan virus campak jerman (rubella) membutuhkan waktu inkubasi tersebut yang lebih lama yaitu sekitar 3 minggu. Keduanya adalah penyakit menular, bahkan campak (measles) sangatlah menular. Cara penularannya menyerupai flu yaitu melalui udara pernapasan seperti percikan dari batuk dan bersin.Walaupun sama-sama mengosong nama ‘campak’, namun ada banyak perbedaan di antara keduanya yang penting untuk diketahui. Perbedaan gejala di antara keduanya secara umum adalah biasanya anak yang menderita campak (measles) kondisi sakitnya lebih berat ketimbang pada yang menderita campak jerman (rubella). Anak yang menderita campak (measles) umumnya memiliki batuk dan pilek yang berat, mata merah dan berair, demamnya tinggi bahkan bisa memicu kejang demam pada anak usia lebih kecil, diare dan akhirnya sekumpulan gejala tersebut akan membuat si anak tergolek lemah di atas ranjang. Beda halnya pada campak jerman (rubella) dimana terkadang satu-satunya hal yang menjadi alasan si ibu membawa anaknya ke dokter adalah kecemasan akan adanya bercak-bercak merah pada badan di anak yang terus meluas. Si anak sendiri kondisinya masih relatif aktif beraktivitas, batuk-pileknya ringan dan sedikit demam saja. Namun perlu dicatat juga bahwa campak jerman (rubella) bila menyerang orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, yaitu batuk-pilek yang lebih nyata, diare, demam, badan meriang serta menggigil, tulang linu-linu semua, sakit kepala berat, serta poliartritis (sendi-sendi kecil bengkak dan meradang) yang pada akhirnya akan membuat si penderita terkapar juga di atas ranjang untuk beberapa hari.Perjalanan klinis kedua penyakit ini demikian dramatisnya sehingga menarik untuk diketahui. Pada campak (measles), awalnya anak memiliki gejala flu biasa yaitu batuk-batuk kering disertai pilek, bersin-bersin, hidung mampet serta badan agak panas. Bedanya dengan flu biasa adalah disini mata si anak merah dan berair sehingga ia lebih memilih memejamkan mata atau berada di ruang yang tidak silau (fotofobia). Gejala demikian diakibatkan oleh karena peradangan selaput bola mata atau dikenal sebagai konjungtivitis. Jadi waspada jika menjumpai anak yang sedang batuk-pilek namun disertai juga mata merah, bisa jadi itu adalah campak pada tahap awal dan justru merupakan masa penularan sangat intens. Pada beberapa anak, diare yang berkepanjangan juga sering menyertai dikarenakan virus dapat merusak selaput lendir usus. Gejala tahap awal yang disebut sebagai fase prodromal ini umumnya berlangsung antara 3-5 hari dan selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak bermunculan dan seringkali akan kembali memaksa si ibu memboyong anaknya ke dokter, tentunya dengan perasaan lebih cemas lagi. Seringkali bersamaan dengan waktu munculnya bercak-bercak ini, demam, batuk-pilek dan diare si anak semakin menjadi-jadi. Selain itu dapat dijumpai banyak kelenjar getah bening di leher yang bengkak. Bercak-bercak merah pada campak munculnya dimulai dari belakang kepala di sekitar batas rambut dan leher, lalu perlahan tapi pasti mulai menyebar ke muka, leher, dada, punggung hingga akhirnya mencapai telapak tangan dan kaki. Umumnya rasa gatal dirasakan namun tidak terlalu nyata. Proses dari munculnya bercak hingga hilang umumnya berlangsung antara 4-7 hari. Pada fase pemulihan bercak-bercak tersebut akan mulai mengering, mengelupas dan meninggalkan warna kelam pada kulit untuk sementara.Berbeda dengan campak, pada campak jerman (rubella) si anak nyaris tidak memiliki gejala awal. Kalaupun ada biasanya berupa batuk-pilek ringan tanpa disertai mata merah maupun demam yang mencolok. Sebenarnya jika teliti, pada masa-masa awal ini dapat dijumpai pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga si anak yang terasa nyeri jika ditekan. Hari selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak keluar dimulai dari wajah lalu turun ke leher, dada, punggung hingga ke tangan dan kaki. Bedanya dengan campak, bercak-bercak pada campak jerman (rubella) menyebar dengan jauh lebih cepat dan proses dari pertama muncul hingga hilangnya bercak tersebut adalah 3 hari sehingga dikenal pula penamaan three-day measles sebagai sebutan lain untuk campak jerman. Yang khas juga, saat bercak-bercak telah mencapai kaki umumnya bercak-bercak di sekitar wajah dan leher mulai hilang. Pada fase penyembuhan, bekas bercak-bercak ini hanya mengelupas ringan dan jarang menimbulkan bekas kelam pada kulit."
Dan dugaan saya sementara adalah riishta terkena campak jerman, karena panasnya juga tidak tinggi serta komplikasinya ringan. Bercak-bercak merah yang muncul juga lebih cepat.
Semoga, postingan ini bisa membantu bagi para ortu yang sedang kebingungan seperti saya.
Categories
Children
Sunday, December 13, 2009
Hidung Riishta....Ma!
Kemarin waktu aku main ke tempat kakakku di Tangerang ada kejadian menegangkan.
Waktu itu aku dan kakaku sedang nyiapin makanan untuk makan malam, si riishta dan 2 orang ponakanku main di dalam kamar, sedangkan kakak iparku dan Hendry nonton tv.
Sedang asyik-asyiknya ngobrol dengan kakakku, aku dengar suara riishta bilang "masuk-masuk" pertama sih aku cuekin saja, tapi tidak lama kemudia aku dengar suara riishta bilang "masuk-masuk", akhirnya aku penasaran dan masuk ke kamar. Aku tanya ke riishta " apanya yang masuk?" dia menunjukkan mainan yang terbuat dari gabus. Trus aku tanya lagi "dimasukin kemana?" kemudian dia menunjukkan ke hidungnya. Ya ampun... aku langsung panik, aku ambil senter dan ternyata gabusnya sudah masuk dalam ke hidungnya.
Langsung aku bawa Riishta ke Rumah Sakit Dinda, disitu hidung Riishta dikorek-korek sampai berdarah(bukan Riishta saja yang menangis, tapi akupun menangis karena tidak tega), tetapi tidak bisa keluar juga dan kami dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih. Di Rumah Sakit Sari Asih ternyata dokter specialis THT tidak ada yang praktek, dan kalau mau harus tunggu sampai senin (wah...2 hari lagi
) tentu saja kami tidak mau menunggu sampai hari Sening.
Kemudian kami ke Rumah Sakit Melati, disana juga tidak ada specialis THT. Suster yang berada di Rumah Sakit Melati menganjurkan kami untuk ke RSU Tangerang, karena disana rumah sakitanya besar, walaupun tidak ada dokter specialis THT tetapi alatnya lengkap.
Akhirnya kami menuruti apa kata suster tersebut, kami langsung menuju RSU Tangerang. Di rumah sakit tersebut kami langsung mencari UGD nya, dan disana ramai sekali. Kami langsung saja menceritakan apa yang kami alami, kemudian oleh seorang petugas disitu (tidak tahu perawat atau dokter) kami dibawa ke ruangan untuk segera dikasih tindakan.
Tidak sampai lima menit, gabus sudah keluar, Ya Tuhan terima kasih atas pertolonganMu.
Kami pulang dengan hati lega, dan apa yang diminta oleh Riishta malam itu kami penuhi semua, termasuk cari odong2 malam di Alfamart dan membelikan dia es krim.
Riishta...mama sayang kamu Nak, maafkan Mama karena sering tidak bisa menjagamu dengan baik!
Waktu itu aku dan kakaku sedang nyiapin makanan untuk makan malam, si riishta dan 2 orang ponakanku main di dalam kamar, sedangkan kakak iparku dan Hendry nonton tv.
Sedang asyik-asyiknya ngobrol dengan kakakku, aku dengar suara riishta bilang "masuk-masuk" pertama sih aku cuekin saja, tapi tidak lama kemudia aku dengar suara riishta bilang "masuk-masuk", akhirnya aku penasaran dan masuk ke kamar. Aku tanya ke riishta " apanya yang masuk?" dia menunjukkan mainan yang terbuat dari gabus. Trus aku tanya lagi "dimasukin kemana?" kemudian dia menunjukkan ke hidungnya. Ya ampun... aku langsung panik, aku ambil senter dan ternyata gabusnya sudah masuk dalam ke hidungnya.
Langsung aku bawa Riishta ke Rumah Sakit Dinda, disitu hidung Riishta dikorek-korek sampai berdarah(bukan Riishta saja yang menangis, tapi akupun menangis karena tidak tega), tetapi tidak bisa keluar juga dan kami dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih. Di Rumah Sakit Sari Asih ternyata dokter specialis THT tidak ada yang praktek, dan kalau mau harus tunggu sampai senin (wah...2 hari lagi
Kemudian kami ke Rumah Sakit Melati, disana juga tidak ada specialis THT. Suster yang berada di Rumah Sakit Melati menganjurkan kami untuk ke RSU Tangerang, karena disana rumah sakitanya besar, walaupun tidak ada dokter specialis THT tetapi alatnya lengkap.
Akhirnya kami menuruti apa kata suster tersebut, kami langsung menuju RSU Tangerang. Di rumah sakit tersebut kami langsung mencari UGD nya, dan disana ramai sekali. Kami langsung saja menceritakan apa yang kami alami, kemudian oleh seorang petugas disitu (tidak tahu perawat atau dokter) kami dibawa ke ruangan untuk segera dikasih tindakan.
Tidak sampai lima menit, gabus sudah keluar, Ya Tuhan terima kasih atas pertolonganMu.
Kami pulang dengan hati lega, dan apa yang diminta oleh Riishta malam itu kami penuhi semua, termasuk cari odong2 malam di Alfamart dan membelikan dia es krim.
Riishta...mama sayang kamu Nak, maafkan Mama karena sering tidak bisa menjagamu dengan baik!
Categories
Children
Sunday, August 23, 2009
Toys
I don't know how many toys that I've bought for riishta. I often buy some toys and dvd for her every I go to mall.
I always buy toys and dvd with label "make children creative and smarter". They are:
I always buy toys and dvd with label "make children creative and smarter". They are:
- Brainy Baby (various series)
- Sesame Street (various series)
- Elmo's World (various series)
- Baby Genius
- Barney (various series)
- Basic Block (lego)
- Hawk Blocks Fairy Land,
- Puzzel (numbers and letters)
- etc.
I don't know it work or not but I hope it will make Riishta happy. 
Categories
Children
Subscribe to:
Posts (Atom)
